Kamis, 05 Maret 2015

UAS TAKEHOME ULUMUL QUR’AN



UAS TAKEHOME ULUMUL QUR’AN                             



Oleh :
Dedi Mulyana (1136000028)
Kelas : II A

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
Tahun 2014 M/1435 H




1.   Jelaskan aspek-aspek mukjizat al-quran, berikanlah contoh dari masing-masing aspek tersebut!
2.   Salah satu fungsi munasabah ayat (teori korelasi antar ayat) menunjukan adanya keterkaitan ayat-ayat al-quran dari sisi tartib al-mushaf. Mengapa demikian? berikan contoh dan jelaskan seksama hubungan yang ada dari contoh yang diberikan.
3.   Salah satu tehnik al-quran dalam menyampaikan pesan dengan menggunakan qoshashul quran
a.       Apa pengertian dari qoshasul quran?
b.      Apa manfaat qasasul quran?
c.       Qoshash al-quran berkaitan dengan satu mukjizat al-quran, apakah itu?
d.      Apa bedanya cerita yang ada dalam al-quran dengan cerita buat manusia?
4.   a.   jelaskan perbedaan yang mendasar antar tafsir, terjemah dan ta'wil
b.      jelaskan macam-macam terjemah beserta contohnya
c.       jelaskan perbedaan tafsir jika dilihat dari sumber tafsirnya
d.      berikan contoh ta'wil dan perdebatan ulama seputar boleh tidaknya mena'wil ayat al-quran
5. a. lihat QS al-qomar ayat 9 sd 22 dan QS al-araf ayat 59-64, QS al-qomar ayat 33-40 dan QS al-araf ayat 80-84
b. jelaskan pemahaman ayat-ayat tersebut dengan tehnik munasabah, amsal al-       quran dan qoshashu al-quran

Jawab :

1.      Al-Qur’an ditinjau dari tiga aspek merupakan mukjizat, yakni : lafaz, kandungan, dan pembawaannya. Kemukjizatan dari sudut pandang pembawanya hanya dapat menetapkan bahwa kandungan al-Qur’an berasal dari sisi Tuhan, adapun persoalan bahwa lafaz-lafaz bersumber darinya tidak dapat dibuktikan dan tetapkan.  Apabila disebutkan bahwa Nabi Saw tidak dapat menghadirkan lafaz-lafaz ini dari sisinya, atau redaksi-redaksi sedemikian ia gunakan, maka lafaz-lafaz dan redaksi serta susunannya juga bercorak Ilahi, kita akan berkata bahwa masalah ini kembali kepada permasalahan kefasihan dan elokuensi al-Qur’an yang sejatinya adalah kemukjizatan elokuensi al-Qur’an. Lalu kesimpulannya ia tidak dapat dipandang sebagai kemukjizatan dari aspek pembawanya. Kecuali diklaim bahwa kendati kita tidak dapat menetapkan bahwa kefasihan tersebut mustahil bersumber selain dari Tuhan, namun setidaknya, bagi Rasulullah Saw hal sedemikian mustahil adanya. Dengan bersandar kepada aspek ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa lafaz-lafaz, redaksi-redaksi dan susunan-susunan al-Qur’an juga bersumber dari Allah Swt. Empat aspek yang disebutkan terkait kemukjizatan kandungan al-Qur’an, yang dapat ditetapkan hanyalah corak Ilahianya kandungan al-Qur’an. Namun aspek kemukjizatan lafaz al-Qur’an ini – kemukjizatan elokuensi dan bilangan – menetapkan bahwa lafaz-lafaz dan susunan-susunan al-Qur’an juga bersumber dari Allah Swt.
Demikian juga corak Ilahiahnya sebagian ayat yang bertautan satu dengan yang lain dan sejatinya yang membentuk satu struktur dapat ditetapkan. Di samping itu, bagaimana dapat dibuktikan dan ditetapkan bahwa pengumpulan ayat-ayat al-Qur’an secara berurutan (meski tidak memiliki satu struktur) dan mengemukanya surah-surah, dan juga pengumpulan dan kemunculan al-Qur’an yang kini ada di tangan kita adalah berasal dari Tuhan? Jawaban dari pertanyaan ini biasanya mengedepan pada pembahasan yang disebut sebagai “sejarah al-Qur’an.”Sebagian Ahlussunnah dan kebanyakan kaum orientalis mengklaim poin ini bahwa pengumpulan ayat-ayat dan munculnya surah-surah, dan pengumpulan surah-surah serta munculnya al-Qur’an yang kini ada di tangan kita dilakukan setelah wafatnya Nabi Saw.

2.      Karena susunan dari al-Qur’an sendiri sudah di tetapkan oleh Allah swt melalui malaikat Jibril, yang disampaikan melalui Nabi Muhammad. Para ulamapun banyak yang memperdebatkan kenapa ayat ini ditaro di samping ayat ini. Contoh dalam Surat al-qomar 9 s/d 22 dan al-araf 59 s/d 64 yang sama-sama menceritakan kisah Nabi Nuh as dan perjuangan menyampaikan dakwahnya kepada kaumnya.
3.      a. Qashashul quran adalah kabar-kabar dalam Alquran tentang keadaan-keadaan umat yang telah lalu dan kenabian masa dahulu, serta peristiwa-peristiwa yang telah terjadi yang dijadikan bahan pelajaran bagi umat sekarang.
b.   Dengan kisah-kisah (Qashas) yang terdapat di dalam Al-Qur’an akan memudahkan bagi kita untuk mempelajari dan melaksanakan tuntunan yang terdapat di balik kisah tersebut. Karena melalui kisah (Qashas), seseorang akan lebih mudah memahami bahkan akan menerima kebenaran kisah tersebut dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
c. Menunjukkan kehebatan mukjizat Al-Qur’an. Karena dalam menceritakan kisah-kisahnya itu dalam berbagai bentuk susunan kalimat yang indah yang salah satu bentuk indah kalimahnya pun tidak dapat ditandingi oleh sastrawan Arab, merupakan tantangan dahsyat dan bukti bahwa Al-Qur’an itu datang dari Allah.
4. a. Terjemah adalah mengalih bahasakan, sedangkan Tafsir menerangkan makna, hukum dan hikmahnya, dan Ta’wil menerangkan hakikat yang dikehendakinya.
b. Terjemah terdapat dua macam yaitu:
1. Terjemah harfiyah, yaitu mengalihkan lafaz-lafaz dari satu bahasa ke dalam lafaz-lafaz yang serupa dari bahasa lain sedemikian rupa sehingga susunan dan tertib bahasa kedua sesuai dengan susunan dan tertib bahasa pertama.
2. Terjemah tafsiriyah atau terjemah maknawiyah, yaitu menjelaskan makna pembicaraan dengan bahasa lain tanpa terikat dengan tertib kata-kata bahasa asal atau memperhatikan susunan kalimatnya.
c. Tafsir Menurut sumbernya di bagi 2 :
1.    Tafsir bil ma’tsur : cara menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an yang bersumber dari nash-nash, baik nash al-Qur’an, sunnah Rasulullah saw, pendapat sahabat, ataupun perkataan para tabi’in.
2.    Tafsir Diroyah : penafsiran al Qur`an atas dasar ijtihadnya yang berlandaskan pengetahuannya tentang penuturan bangsa Arab dan arah pembicaraan mereka serta pengetahuannya tentang lafal bahas Arab dan makna yang ditunjukkannya dengan menjadikan syair jahiliyah sebagai acuan dan panduannya. Meskipun demikian, al-Qur’an, Sunnah Rasulullah saw, pendapat sahabat, ataupun perkataan tabi’in merupakan pengetahuan-pengetahuan yang tetap harus dikuasai dan digunakan dalam penafsiran ini.

5.      B. QS al-qomar 9-24 dan QS al-araf 59-64
Munasabahnya : Sama-sama menceritakan mengenai kisah Nabi Nuh as, dan Perjuangan dakwah, dan Kendala juga cobaan  Nabi Nuh as selama berpuluh-puluh tahun, yang akhirnya hanya mendapatkan beberapa orang pengikut saja.
Amsal : Dalam berdakwah, kita pasti mendapatkan rintangan, tantangan dan hambatan. Dalam menyelesaikan hal tersebut maka kita harus mencontoh dan mencontoh kesabaran dan kegigihan dari Nabi Nuh as dalam menghadapi hal tersebut.
Qoshasul         : :
Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah meninggalkan ayat-ayat Allah, dan menyekutukan-Nya, dan mengajak mereka menyembah Allah semata dan menghentikan pembangkangan mereka. MeskipunNabi Nuh telah berkali-kali menasehati umatnya agar menaati perintah Allah, mereka masih saja menolak dan masih saja menyekutukan Allah.
            Pemuka masyarakat di sekitar Nabi Nuh menuduh Nabi Nuh berusaha meraih keunggulan atas kaumnya, yakni mencari keuntungan pribadi seperti status, kekuasaan, dam kekayaan. Mereka mencoba menuduh Nuh “kesurupan”, dan memutuskan untuk membiarkannya sementara waktu, kemudian menekannya.
            Karena itulah, Allah menyampaikan kepada Nabi Nuh bahwa mereka yang menolak kebenaran dan melakukan kesalahan akan dihukum dengan ditenggelamkan dan mereka yang beriman akan diselamatkan.
            Maka, pada saat hukuman datang, air dan aliran yang sangat deras muncul dan menyembur dari dalam tanah, disertai dengan hujan yang sangat lebat, menyebabkan banjir dhsyat. Allah memerintahkan kepada Nuh untuk menaikkan ke atas perahu pasangan-pasangan dari setiap jenis, jantan dan betina, serta keluarganya, kecuali mereka yang menentang apa yang telah dinyatakan wahyu. Seluruh manusia di daratan tersebut ditenggelamkan, termasuk anak laki-laki Nabi Nuh yang semula berpikir bahwa dia bisa selamat dengan berlindung kepada gunung terdekat. Semuanya tenggelam, kecuali yang naik perahu bersama Nabi Nuh. Ketika air surut di akhir banjir dan “kejadian telah berakhir”, perahu terdampar di Judi, yaitu sebuah tempat yang tinggi, sebagaimana yang diinformasikan Al-Qur’an.

QS al-qomar 33-40 dan QS al-araf 80-84
Munasabahnya : Menerangkan mengenai kisah Nabi Luth dan Azab yang menimpa kaumnya, yang mendustakan peringatan dan dakwah dari Nabi Luth as.
Amsal : Azab itu dapat terjadi bukan hanya pada zaman Nabi saja, tetapi pada zanab sekarang pun masih dapat terjadi. Jika manusia itu tidak mentaati aturan dan larangan dari Allah melalui para Rasul-Nya.
Qoshasul :
Nabi Luth hidup semasa dengan Nabi Ibrahim. Luth diutus sebagai rasul atas salah satu kaum tetangga Nabi Ibrahim. Kaum ini, sebagaimana diutarakan oleh al-Qur’an, mempraktikan perilaku menyimpang yang belum dikenal dunia saat itu, yaitu sodomi. Ketika Luth menyeru mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut dan menyampaikan peringatan Allah, mereka mengabaikannya, dan meneruskan penyimpangan mereka. Pada akhirnya kaum ini dimusnahkan dengan bencana yang mengerikan.
            Nabi Luth menyeru kaumnya kepada sebuah kebenaran yang begitu nyata dan memperingatkan mereka dengan jelas, tetapi kaumnya sama sekali tidak mengindahkan peringatan macam apapun dan terus menerus menolak ajaran Nabi Luth dan mengacuhkan azab yang telah ia sampaikan kepada mereka.
            Nabi Luth meminta pertolongan kepada Allah, atas doa Nabi Luth tersebut, Allah mengirimkan dua malaikat dalam wujud manusia. Sementara itu, kaum Nabi Luth telah mengetahui bahwa ia kedatangan tamu. Mereka tidak ragu-ragu untuk mendatangi tamu-tamu tersebut dengan niat buruk sebagaimana yang lain-lain sebelumnya. Mereka mengepung rumah Luth. Karena khawatir atas keselamatan tamunya, Luth berbicara kepada kaumnya.
            Merasa bahwa ia dan tamunya akan mendapatkan perlakuan keji, Luth berkata bahwa sesungguhnya mereka adaalah utusan Allah. Ketika kelakuan jahat warga kota memuncak, Allah menyelamatkan Luth dengan perantara malaikat. Pagi harinya, kaum Luth dihancur-leburkan dengan bencana yang sebelumnya telah disampaikannya.
            Ketika kaum tersebut dihancurkan, hanya Luth dan pengikutnya, yang tidak lebih dari “sebuah keluarga”, yang diselamatkan. Istri Luth sendiri juga tidak percaya sehingga ia pun dihancurkan. Maka Luth pun bermigrasi bersama Nabi Ibrahim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tutorial Lengkap Agar disetujui Daftar Google Adsense

Sejak membuat BLOGOOBLOK, ratusan sudah postingan yang saya buat. Tidak sedikit diantaranya membahas  Google Adsense . Ini menandakan...